Wednesday, December 12, 2012
ingebachrens: My Clean Eating Project: Make Changes to Improve The Quality of Your Health...
ingebachrens: My Clean Eating Project: Make Changes to Improve The Quality of Your Health...: Penghujung tahun hampir tiba. Orang-orang mulai diterpa kesibukan mempersiapkan perayaan Tahun Baru. Selain itu, mulai juga ...
Make Changes to Improve The Quality of Your Health, Thus Your Life.
Penghujung
tahun hampir tiba. Orang-orang mulai diterpa kesibukan mempersiapkan perayaan
Tahun Baru. Selain itu, mulai juga memikirkan resolusi apa yang tepat untuk tahun
yang akan datang.
Resolusi
akhir tahun. Ada orang yang menganggapnya sepele dan ada pula yang
menganggapnya serius. Dulu, aku termasuk orang yang selalu menganggap remeh
resolusi-ku sendiri. Tiap penghujung tahun aku selalu berkata kepada diriku sendiri,
“Tahun depan aku akan berhenti merokok”. Hasilnya? Selang sehari setelah tahun
berganti, kebiasaan tidak sehat ini kembali aku lakoni dengan alasan, “Mulai
berhentinya tahun depan saja!”
Tapi
resolusiku tahun lalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, aku
benar-benar bertekad untuk merubah diri guna merubah hidupku dan keluargaku.
Aku bertekad untuk meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan yang salah dan tidak
sehat, dan mendisiplinkan diri menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang benar dan sehat.
Dari mulai kebiasaan merokok, minum kopi, minum alkohol, jarang olah raga,
kerja tanpa kenal waktu, kurang istirahat, makan tidak sehat dan tidak teratur
dan lain sebagainya.
Resolusiku
akhir tahunku dipenghujung 2011 lalu adalah, “Make Changes to Improve The
Quality of My Health, Thus My Life”.
Apa
yang dirubah?
Pada
dasarnya, perubahan yang ingin aku lakukan ditahun 2012 adalah perubahan gaya
hidup, antara lain:
- lebih rajin beribadah dan
berkomunikasi dengan Sang Pencipta;
- makan sehat dan teratur;
- olah raga teratur;
- cukup istirahat;
- lebih banyak menyediakan waktu untuk
memasak, mengurus rumah, anak-anak, suami dan hobi positif, sendiri maupun bersama keluarga.
Apa yang ingin aku capai?
Hanya
berusaha untuk mendapatkan kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik, tidak
hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk suami dan anak-anakku.
Perubahan
yang paling drastis yang aku lakukan pada diriku sendiri maupun keluargaku
tahun lalu adalah perubahan pola makan. Dari tidak sehat menjadi sehat. Tidak
teratur menjadi teratur. Dari penuh dengan makanan modern yang kaya kalori tapi
miskin nutrisi (makanan proses dan cepat saji) menjadi penuh dengan makanan
natural yang kaya nutrisi. Dan sampai dengan hari ini, aku sama sekali tidak
menyesali keputusanku untuk merubah pola makanku dan keluargaku. Adapun penyesalan yang aku rasakan
adalah menyesal karena aku tidak menghargai serta tidak menjaga kesehatanku
sejak dulu dan tidak merubah pola makan sejak dulu pula, yaitu sebelum
penyakit-penyakit mulai menerpa tubuh.
Ini
dia 3 prinsip dasar perubahan pola makan yang aku terapkan pada diriku dan
keluargaku ditahun 2012:
- Eat more home cooked meals.
- Never skipped a meal, especially
breakfast – the most important meal of the day.
- Make healthy food choices anywhere
and anytime.
Kelihatannya
langkah-langkah ini sederhana. Kenyataannya? Langkah-langkah ini lumayan sulit
untuk dijalankan ditengah gaya hidup masa kini yang serba salah kaprah! Dimana
manusia makan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi juga untuk
memuaskan hobi, ego dan gengsi serta untuk sarana bersosialisasi dengan manusia
lainnya. Dimana makanan natural lebih susah didapat dan lebih mahal harganya
dibandingkan makanan proses/kemasan ataupun cepat saji. Dimana kebudayaan makan
masakan rumah sudah mulai bergeser akibat semakin banyaknya tempat-tempat makan
yang menawarkan berbagai variasi makanan yang memanjakan lidah. Dimana waktu
untuk memasak sendiri di rumah sudah dirampas oleh pekerjaan, pergaulan dan
bahkan keberadaan si “mbak” di rumah. Yang jelas, pada saat aku dan keluargaku
menjalankan pola makan kami yang baru, rasanya seperti melawan arus karena
tidak “sejalan” dengan kebiasan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat modern pada
umumnya.
Tapi,
resolusi yang aku buat berhasil merubah diri dan gaya hidupku dan keluargaku.
Dan semua perubahan yang yang kami lakukan mulai memberikan kami hasil positif.
Lebih sehat, lebih berenergi, pikiran lebih tenang, lebih dekat sebagai
keluarga, lebih hemat dan lain sebagainya. Rasanya, perubahan diri dan gaya
hidup membuat kami menjadi lebih menghargai kehidupan kami serta segala sesuatu
yang ada di dalamnya. Singkatnya, menjadi lebih sadar dan bersyukur.
Tanpa
terasa, penghujung tahun 2012 sudah kembali di depan mata. Sambil mempersiapkan
acara, pesta ataupun liburan Tahun Baru, ayo kita membuat resolusi positif!
Mari sambut tahun yang baru dengan semangat untuk memperbaiki diri dan
kehidupan!
Belajar
dari pengalaman diterpa berbagai masalah kesehatan secara bertubi-tubi selama 2
tahun terakhir, ditahun 2013 aku bertekad untuk terus menjalankan gaya hidup
sehat yang sudah terbentuk dengan sepenuh hati bersama keluargaku. No
turning back! Aku
ingin kami sekeluarga menjadi manusia masa kini yang sadar dan menghargai
kesehatan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Terutama
anak-anakku. Aku ingin prinsip ini tertanam dengan baik dalam diri mereka dan
menjadi salah satu pengangan hidup mereka.
Sadar
kesehatan tidak akan merugikan diri kita! Sadar kesehatan membuat kita belajar
untuk tahu, waspada dan melakukan pencegahan sejak dini. IDF Diabetes Altas
menyebutkan, 11.8 juta orang Indonesia berpotensi terkena diabetes ditahun 2030
(baca artikel menarik seputar diabetes yang berjudul “Gaya Hidup Anti Diabetes
– Lakukan Sejak Dini” dalam Majalah Femina No. 44). Data lain juga menyebutkan
bahwa ras Asia berpotensi 3 kali lebih banyak mengidap kelainan kelenjar tiroid
dan 8 kali ditemukan lebih banyak pada wanita untuk seluruh ras (coba baca
artikel singkat seputar gangguan kelenjar tiroid dalam Majalah Femina No. 48).
Berbagai sumber yang aku baca juga menyebutkan bahwa jutaan manusia modern menderita sindrom stress abad 21
yang dikenal sebagai adrenal fatigue. Berbagai media massa mengupas permasalahan obesitas
yang dianggap semakin mewabah diberbagai negara, termasuk di Indonesia. Belum
lagi berbagai data yang menyebutkan bahwa jumlah penderita penyakit-penyakit
kronis seperti jantung dan kanker kini semakin banyak serta usia penderitanya
pun semakin muda.
Jadi,
mari menjadi manusia modern yang sadar kesehatan! Agar kita bisa menjadi
manusia masa kini yang sehat, lahir dan bathin. Karena semua perlengkapan
kehidupan modern yang kita miliki (gadget, baju dan aksesorisnya, mobil mewah,
gelar, karir, dll) tidak akan berarti bila tidak disertai dengan kesehatan
lahir dan bathin.
So,
if you haven’t done so, you owe it to yourself. Make Changes to Improve The Quality of Your Health, Thus
Your Life. If changes are difficult, then start with one ‘cos every little
things count!
Monday, November 26, 2012
ingebachrens: My Clean Eating Project: Simple yet very useful health facts of eggs we dis...
ingebachrens: My Clean Eating Project: Simple yet very useful health facts of eggs we dis...: Telur ayam, bahan makanan yang satu ini dipilih kedua anakku untuk mereka garap dalam Math & Science Fair di sekolah yang m...
Simple yet very useful health facts of eggs my kids discovered through their science project.
Telur
ayam, bahan makanan yang satu ini dipilih kedua anakku untuk mereka garap dalam
Math & Science Fair di sekolah yang mereka ikuti Sabtu lalu.
Satu
minggu lamanya mereka mempersiapkan pameran science project telur yang mereka beri nama “Eggxperiments”. Semuanya serba telur! Berbagai percobaan mereka pelajari dan
coba untuk nantinya mereka
demontrasikan di hadapan para pengunjung, antara lain: Floating Eggs, Eggs
in The Bottle, Egg in Soda serta Spinning Egg. Berbagai informasi dan fakta menarik seputar telur ayam
mereka cari untuk mereka tampilkan di stand mereka.
Sambil
membantu mereka, aku ikut belajar banyak seputar telur ayam. Dan lewat tulisan
kali ini, aku ingin berbagi beberapa informasi menarik yang kami dapatkan
seputar telur ayam.
Informasi
pertama yang digali oleh kedua anakku adalah seputar telur organik.
Mengapa
kuning telur ayam organik warnanya lebih “merah” dibandingkan telur ayam non
organik?
Berdasarkan
informasi yang kami dapat, ternyata, warna kuning telur memperlihatkan makanan
yang dimakan oleh ayam. Warna kuning pada kuning telur sebenarnya disebabkan
oleh zat karoten yang terkandung dalam makanan yang dimakan oleh ayam. Zat ini
banyak terdapat dalam makanan natural, yaitu rumput, sayuran dan buah. Jadi, semakin banyak bahan-bahan makanan
natural yang dikonsumsi oleh ayam, warna kuning telurnya akan semakin “merah”
karena kaya zat karoten. Dan
sebaliknya, warna kuning telur yang pucat biasanya merupakan tanda bahwa ayam
tidak sehat atau tidak memakan makanan yang sehat. Dengan kata lain, kuning
telurnya menjadi pucat warnanya karena miskin kandungan zat karoten. Dan ayam
yang diternak secara organik, memang hanya menkonsumsi makanan natural yang
sehat dan kaya zat karoten. Itulah sebabnya kenapa kuning telur ayam organik
warnanya lebih “merah” dibandingkan telur ayam non organik.
Kenapa
telur ayam organik lebih baik dibandingkan telur ayam non organik?
Selain
kuning telurnya yang lebih kaya zat karoten, telur ayam organik memang lebih
kaya nutrisi. Telur natural mengandung
lebih banyak vitamin dan mineral, antara lain: Riboflavin, Vitamin B6,
Vitamin B12, Vitamin D, Vitamin E dan Selenium. Selain itu, kandungan
kolesterol telur ayam organik lebih sedikit dibandingkan telur ayam non
organik. Dan telur ayam organik tidak mengandung antiobiotik serta hormon
karena ayamnya diternakkan secara natural. Jadi, telur ayam organik lebih sehat
dibandingkan telur ayam non organik. Dan berdasarkan pengalaman pribadi,
rasanya juga lebih enak!
Informasi
menarik lainnya yang mereka dapatkan adalah seputar scrambled egg yang dijual di restoran cepat saji
terkenal asal Amerika.
Menjelang
pameran Math & Science Fair mereka, kedua anakku membuat percobaan di rumah untuk
membandingkan telur scrambled egg (telur orak-arik) yang dijual di restoran cepat saji
terkenal asal Amerika dengan telur urak-arik yang mereka buat sendiri di rumah
dengan menggunakan hanya 3 jenis bahan natural, yaitu: telur ayam organik,
sedikit olive oil dan
garam.
Empat
hari sebelum acara, kedua jenis scrambled egg ini mereka masukkan ke dalam toples
kaca bertutup dan mereka diamkan. Selang 2 hari, mereka mulai takjub melihat
perubahan yang terjadi pada scrambled egg dari restoran cepat saji. Apa yang terjadi? Telur yang
tadinya berwarna kuning pucat itu mulai berair, berbusa serta mulai berubah warna menjadi kemerah-jambuan.
Sedangkan scrambled egg buatan rumah, walaupun mulai terlihat ditumbuhi jamur, wujudnya tetap “berbentuk” telur, warnanya tetap
kuning dan tidak muncul busa maupun air. Dan setelah 4 hari, komentar anak
perempuanku ketika melihat scrambled egg dari restoran cepat saji adalah “Yuckyyyy!!!”.
Scrambled egg dari
restoran cepat saji terlihat semakin berbusa dan ada genangan air berwarna
kuning yang terkumpul dibagian bawah toples. Warna merah jambu pun semakin
terlihat, bercampur dengan warna abu-abu.
Dari
informasi yang kami gali, kami memperoleh fakta yang membuat kedua anakku
semakin mantap untuk tidak lagi menyantap makanan cepat saji, termasuk scrambled
egg-nya yang
terlihat normal dan “sehat” selama ini.
Apa
faktanya?
Berbagai
sumber menyebutkan, scrambled egg yang dijual di
restoran cepat saji terkenal asal Amerika ini ternyata tidak hanya dibuat dari telur. Namun di
dalamnya terkandung pula bahan pengawet, bahan pewarna, bahan perasa dan hydrogenated
oil (lemak jahat).
Kandungan kolesterol menu scrambled egg di restoran cepat saji ini sangat tinggi, yaitu
mencapai 520 mg per porsinya. Kesimpulan anak-anakku? Kalau mau makan scrambled
egg, makan saja scrambled
egg yang dimasak
sendiri dengan bahan-bahan natural yang sehat dan kaya nutrisi!
Pada
hari pameran, kedua anakku sibuk! Meja pameran science project mereka ternyata cukup diminati
pengunjung. Kedua anakku sibuk mendemostrasikan dan menjelaskan berbagai
percobaan dan informasi seputar telur ayam yang sudah mereka pelajari dan
persiapkan. Dan informasi-informasi kesehatan seputar telur ayam yang mereka
tampilkan ternyata menarik perhatian banyak orang, terutama para orang tua,
guru dan juri acara. Ketika ditanya oleh Kepala Sekolah yang berkunjung ke meja
pameran anak-anakku, “Do you guys still want to eat the junk food
restaurant’s scrambled egg?” Kedua anakku menjawab dengan tegas, “Definitely
not! And we have not been eating junk food for almost 2 years now”.
Diakhir
acara, Kepala Sekolah mengumumkan pemenang Science Project berdasarkan penilaian dewan juri. Dan
ternyata, science project kedua anakku berhasil menjadi pemenang terbaik. Way to go kiddos!! Muka
anak-anakku terlihat senang sekali sewaktu menerima piagam penghargaan. Dan aku
lebih senang lagi! Karena tidak hanya mereka berhasil bekerja sama
menyelesaikan sebuah project sekolah yang tidak mudah, mereka juga mendapat banyak ilmu
baru seputar makanan dan kesehatan. Dan yang penting, kami semua mendapat
kesempatan bersenang-senang bersama! Priceless!!!
Thursday, November 1, 2012
ingebachrens: My Clean Eating Project: It's Halloween time, be-careful with candies & swe...
ingebachrens: My Clean Eating Project: It's Halloween time, be-careful with candies & swe...: 31 Oktober, Jakarta dilanda semangat Halloween ! Anak-anak memakai berbagai kostum ke sekolah, pesta bertema Halloween dige...
It's Halloween time, be-careful with candies & sweets!
31
Oktober, Jakarta dilanda semangat Halloween! Anak-anak memakai berbagai kostum
ke sekolah, pesta bertema Halloween digelar dimana-mana, film-film seram diputar di TV dan lain
sebagainya.
Apa
sebenarnya Halloween yang belakangan menjamur di Jakarta ini?
Perayaan
setahun sekali ini berasal dari negara Barat dan di sana biasanya dirayakan
dengan kegiatan-kegiatan seru yang berbau “hantu” yang menyenangkan, misalnya:
pesta kostum, membuat si muka labu “Jack-O-Lantern”, membuat api unggun sambil main “bobbing
apple” dan berbagi
cerita seram dan nonton film seram. Serta tidak ketinggalan, “Trick or
Treating”, alias
bagi-bagi permen atau makanan manis lainnya kepada anak-anak kecil yang ikut
merayakan Halloween.
Kegiatan
“Trick or Treat” dalam
perayaan Halloween menjadi
ajang anak-anak kecil pesta permen sampai puas! Biasanya, beramai-ramai, anak-anak kecil berkeliling dari
rumah ke rumah (yang merayakan) dan mendapatkan hadiah permen dari para pemilik
rumah. Sungguh hari impian bagi anak-anak kecil yang umumnya sangat doyan
permen! Bagaimana tidak senang? Pulang dari perayaan Halloween, bukan hanya membawa pulang 1 atau 2
buah permen, tapi 1 kantong besar permen sekaligus!
Hati-hati
dengan permen!
Ini
adalah salah satu bentuk makanan modern yang terbuat dari highly processed
sugar. Mudah
didapat, murah harganya, kecil bentuknya hingga mudah dibawa kemana-mana serta
bermacam-macam rasa dan bentuknya. Tapi sebenarnya, sama sekali tidak
mengandung nutrisi, baik mineral, vitamin maupun serat! Apapun rasa dan
bentuknya, permen hanya mengandung gula proses, perasa buatan dan bahan
pengawet. Oh … ada sih permen yang sugar free. Apakah lebih sehat dibanding permen
biasa? Sebenarnya tidak! Karena permen yang sugar free umumnya menggunakan bahan pemanis
buatan sebagai pengganti gula, yang sebenarnya tidak lebih baik dibandingkan gula proses.
Berbagai
informasi menyebutkan, kebiasaan makan permen pada anak kecil adalah kebiasaan
yang sangat jelek. Full stop! Kebiasaan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan
pada anak-anak, misalnya: merusak nafsu makan, merusak mood, merusak gigi dan lain sebagainya. Dan
kalau kebiasaan jelek ini terus dipupuk, nantinya dapat berkembang menjadi
kebiasaan yang lebih merusak lagi, yaitu kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi
kandungan gula prosesnya, yaitu kebiasaan yang dapat memicu berbagai penyakit,
antara lain: asma, mood disorders, diabetes, obesitas, gangguan hormon dan banyak lagi.
Jadi,
rayakan Halloween dengan
sehat! Batasi konsumsi permen anak tersayang! Juga makanan dan minuman manis lainnya!
Kemarin
aku menemani anak-anakku merayakan Halloween bersama teman-temannya. Dan kali ini,
untuk menghindari anak-anakku mendapat berlimpah permen dan tergiur untuk
memakannya, aku mengajak mereka untuk membantu menjadi “hantu” di rumah hantu
yang kami buat. Jadi, bukannya berkeliling
mengumpulkan permen, kedua anakku ikut terlibat membuat rumah hantu, berperan
menjadi hantu menakut-nakuti anak-anak yang datang dan membantu membagi-bagikan
permen. Hasilnya? Kedua anakku mendapatkan sebuah acara Halloween yang sangat berkesan tanpa mencicipi
1 buah permen pun. Dan apa kata mereka berdua? “This is the best Halloween
ever!”
Happy
Halloween!!!
Wednesday, October 17, 2012
ingebachrens: My Clean Eating Project: World Food Day - Let's make changes for us, others...
ingebachrens: My Clean Eating Project: World Food Day - Let's make changes for us, others...: Kemarin, 16 Oktober 2012, adalah Hari Pangan Sedunia ( World Food Day). Berbagai artikel diberbagai media massa mengulas masalah kr...
Subscribe to:
Posts (Atom)

